Februari 18, 2026

Manusia Baru

Literasikristennews.online Netzarim Ministry “HIDUP DENGAN DIRI YANG BARU” Kolose 3:10 berbunyi: “dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” (TB).

Ayat ini menjelaskan bahwa ketika kita percaya kepada Kristus, kita menjadi manusia baru yang terus diperbarui dalam pengetahuan dan keserupaan dengan Allah(YHWH), Pencipta kita . Ayat Acuan: “dan telah dikenali Dia, dan telah berpakaian diri dengan orang yang baru, yang diciptakan menurut gambar Allah (YHWH), dalam kebenaran dan kesucian yang benar.” (Kolose 3:10, TB)

Khotbah di sampaikan oleh Pdt. Jonas K.

I. PENGERTIAN “DIRI YANG BARU”

“Diri yang baru” bukanlah perubahan kecil atau penambahan kebiasaan baik semata. Ia adalah hasil dari pertemuan dan pengenalan yang sungguh-sungguh dengan Kristus Yesus (Yahsua Hamasiah). Ketika kita percaya kepada-Nya, Roh Kudus bekerja dalam diri kita untuk membentuk kita sesuai dengan gambar Allah (YHWH)—gambar yang telah tercoreng oleh dosa sejak awal manusia.

II. CIRI-CIRI DIRI YANG BARU

  • Menurut gambar Allah: Kita dibuat untuk mencerminkan sifat-sifat Allah (YHWH) seperti kasih, keadilan, dan kebaikan, bukan keserakahan atau kedengkian yang sering kita tunjukkan dalam “diri yang lama”.
  • Dalam kebenaran: Hidup yang jujur dan konsisten dengan ajaran Tuhan, bukan hidup yang penuh dengan kebohongan atau kepura-puraan.
  • Dalam kesucian yang benar: Berusaha menjaga kemurnian hati dan tindakan, menjauhi apa yang tidak berkenan dengan Tuhan, dengan bantuan Roh Kudus.

III. CARA MEMBAWA DIRI YANG BARU

1. Selalu mengingat identitas kita sebagai anak-anak Allah (YHWH) yang telah diselamatkan.
2. Berpakaianlah setiap hari dengan sifat-sifat yang sesuai dengan diri yang baru—kasih, kesabaran, pengertian, dan kerendahan hati.
3. Berdoa dan membaca Alkitab untuk memupuk hubungan dengan Tuhan, sehingga kita semakin mengenal Dia dan tumbuh sesuai dengan gambar-Nya.

IV. DAMPAK HIDUP DENGAN DIRI YANG BARU

Hidup yang berdasarkan diri yang baru tidak hanya membawa kedamaian dalam hati kita, tetapi juga menjadi kesaksian yang kuat bagi orang di sekitar kita. Kita akan mampu mengatasi konflik dengan cara yang benar, mencintai sesama dengan tulus, dan menjadi ujung tombak perubahan baik dalam keluarga, gereja, dan masyarakat kita di Manado bahkan seluruh Indonesia.

Kesimpulan: Mari kita jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk mengenal Tuhan lebih dalam dan memamerkan diri yang baru yang telah diberikan-Nya. Karena dalam diri yang baru inilah kita menemukan kehidupan yang sebenarnya sesuai dengan tujuan penciptaan kita.

Apakah ada aspek tertentu dari “diri yang baru” yang ingin Anda diskusikan lebih lanjut, misalnya bagaimana mengaplikasikannya dalam hubungan keluarga atau pekerjaan?

(Pdt.Jonas K.)

Berita Terkait